Galeri

Ogoh-Ogoh 2012 Pada Pangerupukan Menyambut Nyepi Tahun Baru Caka1934

Tag

, , , , , , , , , , , , , , ,

This gallery contains 18 photos.

Ogoh-ogoh merupakan salah satu ciri khas dari rangkaian pelaksanaan perayaan Tahun Baru Caka yang kita kenal dengan Hari Raya Nyepi. …

Baca lebih lanjut

Nyepi Mulat Sarira dan Keseimbangan Untuk Mencapai Kedamaian

Istimewa

Tag

, , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , ,

Nyepi Sepi Hening temukan Kedamaian

Nyepi Dalam Hening Temukan Kedamaian

Nyepi merupakan Hari Raya Umat Hindu untuk memperingati perayaan Tahun Baru Caka. Bagi masyarakat Bali Nyepi identik dengan hari dimana kita tidak keluar rumah seharian,  Sehari setelah Ngerupuk dengan ogoh-ogoh buta kalanya, dimana malam harinya sepi dan gelap gulita karena tidak boleh menyalakan lampu, hari yang memberi kesempatan untuk “mulat sarira” (introspeksi/kembali ke jati diri) dengan merenung atau meditasi, pelaksanaan Catur Brata Penyepian atau malah ada juga yang mengidentikan dengan hari bebas untuk meceki seharian? 

Tapi apakah sebenarnya Hari Nyepi itu, bagaimana sejarahnya perayaan Nyepi bisa seperti saat ini? Apa tujuan dan makna dari pelaksanaan Hari Raya Nyepi? Bagaimana cara pelaksanaannya? Itulah berbagai pertanyaan yang ada di pikiran saya, dan dengan bekal bertanya pada berbagai sumber baik dari buku dan internet akhirnya jadilah artikel ini. Semoga bermanfaat menambah pengetahuan kita tentang Hari Raya Nyepi Tahun Caka 1934 ini yang jatuh pada hari Jumat 23 Maret 2012. Selamat Membaca..

Baca lebih lanjut

Self Image Program otomatis pikiran Penentu Keberhasilan atau Kegagalan by Yan Nurindra

Tag

, , , , , ,

Self Image

Self Image

Hati-hati, manusia diberikan Mind dengan kuasa yang dahsyat !!! Sukses dan terpuruk adalah 2 sisi mata uang yang melekat dari kemampuan Mind ini ! Kendalikan Mind, jangan dikendalikan oleh Mind !”.

Kali ini master pemberdayaan diri Indonesia Pak Yan Nurindra lagi memberikan kuliah di FB tentang salah satu topik penting dalam ilmu pemberdayaan diri self image dan The Alchemist, maka muncul ide untuk menyalin pemikiran beliau dalam statusnya di FB ke dalam blog ini dengan tujuan biar saya dan mudah-mudahan juga anda lebih enak dan gampang bacanya..

Selamat Menyimak….

Self Image #1 :

Psikologi Citra Diri (Self Image) tidak terlepas dari kiprah Dr. Maxwell Maltz, seorang dokter bedah plastik (tahun 60-an) yang menemukan fenomena menarik dari prakteknya. Sebagian besar pasien yang ditanganinya tetap mengalami rasa minder walaupun telah dilakukan operasi bedah plastik yang sempurna, artinya cacat atau kerusakan yang terjadi tidak saja di tubuh fisik, melainkan sudah menembus sampai ke jiwa yang terdalam, dan tidak serta merta sembuh ketika lapisan fisik disembuhkan. Nah, kualitas yang berada di jiwa terdalam inilah yang nantinya dikenal sebagai Self Image, dan ternyata entitas ini sangat berperan untuk menggerakkan segalanya. Dari pengalaman dan pemahaman inilah nantinya Maxwell memperkenalkan konsep PsychoCybernetics, yang kelak akan menjadi dasar berbagai metode pemberdayaan diri.

Self Image #2 :

Singkatnya, gerakan manusia dalam kehidupannya, termasuk kemungkinan2 yang akan ditemuinya (hal baik atau hal buruk) sangat terkait dengan kuasa dahsyat dari entitas yang bernama “Self Image” ini.

Self Image bertindak sebagai penyaring pemikiran dari seseorang. Hal yang bertentangan atau tidak selaras dengan Self Image akan dimentahkan (ditolak), sedangkan yang sejalan akan diteruskan. Dalam pengetahuan PsychoCybernetics digambarkan bahwa manusia bergerak dipandu oleh pilot otomatis (Automatic Guidance System), dan pilot ini berpatokan pada tujuan titik kordinat tertentu yang sudah “tertulis” di Self Image.

Self Image #3 : 

Secara sederhana Self Image (Citra Diri) adalah suatu gambaran diri dari seseorang dari sudut pandang terdalam dirinya sendiri. Self Image seseorang hanya dapat terlihat, ketika seseorang berani melihat dirinya secara jujur. Dengan kata lain, perlu keikhlasan luar biasa untuk dapat melihat secara jelas Self Image dari diri kita sendiri.

Self Image #4 :

Maxwell memperkenalkan konsep yang dinamakan “Servomechanism” atau mekanisme otomatis. Suatu gerakan cerdas yang akan selalu menemukan jalannya sendiri untuk mencapai tujuannya. Sebagai ilustrasi, suatu misil (peluru kendali) yang sudah terprogram untuk menghancurkan target di titik koordinat XYZ, ketika diluncurkan akan memiliki arah gerakan yang berbelak-belok, karena melawan hambatan udara, akan tetapi arah gerakan ini selalu direvisi ulang, sehingga pada akhirnya walaupun melalui jalur yang acak, misil ini akhirnya akan mencapai target. Artinya, hal paling penting dari misil ini adalah titik koordinat target yang diprogramkan kepadanya, sedangkan perjalanan misil akan selalu menyesuaikan dengan kondisi hambatan udara yang dilaluinya.

Analogi ini berlaku terhadap Self Image, dimana Self Image adalah program yang menentukan titik koordinat apa yang akan dicapai. Jika seseorang memiliki Self Image, misal : “Saya ditakdirkan untuk selalu menjadi pecundang”, maka selanjutkan akan terjadi gerakan otomatis yang selalu mengkoreksi arahnya (Servomechanism), sehingga apapun yang terjadi selalu akan berakhir untuk menjadikan si pemilik Self Image sebagai pecundang !

Contoh yang lain, ketika seseorang memiliki Self Image, misal “Saya selalu diberikan keberlimpahan”, maka apapun yang terjadi di perjalanan, bahkan jika terjadi hambatan yang menyebabkan yang bersangkutan jatuh ke titik nadir terendah, hal itu akan bersifat sementara, karena akan terjadi koreksi terus menerus yang akan berakhir dengan hadirnya keberlimpahan, sesuai dengan target yang telah diprogramkan Self Image.

Self Image #5 :

Sampai disini mudah2-an mulai dapat dipahami, bagaimana mungkin seseorang akan berhasil dalam berbisnis, jika ternyata ia memiliki Self Image yang justru bertentangan tujuannya berbisnis, misalkan ternyata ia memiliki Self Image “Saya tidak berhak atas keberlimpahan”.

Self Image yang tidak memberdayakan pada umumnya terbentuk secara “tidak disadari” (Unconsciously), antara lain terbentuk karena lingkungan, ajaran yang salah, dan kejadian buruk yang terus berulang sehingga menjadi “Faulty Programming” yang membentuk Self Image.

Dari sudut pandang Spiritualitas, maka Self Image adalah cerminan bagaimana seseorang menilai Tuhan-nya. Lebih tepatnya bagaimana seseorang memiliki pandangan dan keyakinan apa yang dapat diberikan oleh Tuhan-nya untuk dirinya. Tidak setiap orang secara jujur meyakini bahwa Tuhan maha pemberi, tidak setiap orang secara jujur dapat meyakini bahwa Tuhan dapat dengan mudah memberikan kebahagiaan bahkan keberlimpahan ! Tidak setiap orang dapat meyakini bahwa Tuhan dapat dengan mudah memberikan kesehatan dan cinta. Dst.

Self Image #7 :

Dari sudut pandang keilmuan MIND, maka seluruh gerakan seseorang, misalkan berpikir tertentu, menuju arah tertentu, bertemu dengan keadaan tertentu, bertemu dengan orang tertentu, bukan peristiwa yang kebetulan, melainkan suatu gerakan yang rapih dari salah satu area Mind yang dikenal dengan nama SuperConscious Mind (kesadaran supra). Gerakan SuperConscious Mind ini selalu akan sesuai dengan program inti yang tertulis di Self Image.

Self Image #8 :

Nah, mungkin akan timbul pertanyaan, Self Image seperti apa yang pantas dan memberdayakan ? Jawabannya mudah ! Yakinlah bahwa kita berhak atas apapun juga, sebagai hak yang melekat ketika Tuhan mengirimkan kita ke dunia ini. Karena itu pikirkan secara kreatif, sebanyak mungkin Self Image yang positif, sesuai dengan kualitas kehidupan yang akan kita capai.

Self Image ini sebaiknya bersifat global. Kenapa ? Agar kecil kemungkinannya untuk gagal, dengan kata lain, kondisi apapun akan tetap dapat membenarkan Self Image ini. Contoh Self Image yang memberdayakan :

“Saya selalu dikarunia kemakmuran yang melimpah ruah”
“Seluruh kebutuhan saya selalu terpenuhi dengan cara yang sangat mudah”
“Saya pribadi yang sangat menyenangkan bagi siapapun juga”
“Saya selalu menjadi cahaya bagi sesama”
“Saya selalu sehat dan penuh energi”
“Saya selalu berpikiran positif dalam keadaan apapun juga”
“Saya selalu memperoleh hikmah dan pencerahan dari setiap peristiwa kehidupan yang saya alami”
“Saya selalu memperoleh kemudahan dalam kehidupan saya”
“Saya sangat mudah untuk memahami pengetahuan apapun juga”

Nah, silakan pikirkan Self Image yang paling sesuai dengan diri kita, tepatnya sesuai dengan apa yang ingin peroleh dalam kehidupan ini.

Self Image #9 :

Sebelum saya membahas Instalasi Self Image saya akan memberikan gambaran bahwa kita semua adalah SANG MASTER. Terlepas dari Master tentang hal baik atau hal buruk, karena baik dan buruk hanya dapat dinilai dari apa yang menjadi tujuan hidup kita secara pribadi. Jika bertentangan tentu dikatakan buruk, jika sejalan tentu dikatakan baik.

Self Image #10 :

Jika kita memiliki kecenderungan untuk selalu beruntung, maka kita adalah “Master Beruntung”. Jika kita memiliki kecenderungan untuk selalu memiliki teman baru di lingkungan apapun, maka kita adalah “Master Berteman”. Jika kita selalu sial terus, maka kitapun disebut Master, walaupun “Master Sial”. Ingat apapun yang selalu cenderung berulang, menandakan bahwa itu bagian dari kecerdasan Sang Master. Jika kita selalu mudah dalam berhutang, maka kita adalah “Master Debitur”. Jika kita selalu saja dihutangi orang lain,tentu saja kita “Master Creditur”. Kenapa ada sosok Master dalam diri kita ??

Self Image #11 :

Untuk menjadi Master di hal apapun, baik hal baik atau buruk, baik sengaja atau tidak disengaja, kita selalu beranjak dari tahapan terendah sampai tertinggi sebagai berikut :

(1). Unconscious Incompetence. Kita tidak sadar bahwa kita tidak mampu
(2). Conscious Incompetence. Kita sadar bahwa kita tidak mampu
(3). Conscious Competence. Kita sadar bahwa kita mampu
(4). Unconscious Competence. Kita tidak sadar bahwa kita mampu.

Kemampuan Master adalah semua hal yang sudah ter-install di Tahapan ke-4.

Contoh :

Seseorang yang memiliki kecenderungan untuk selalu berlimpah rejeki, atau dengan kata lain selalu menuju arah yang tepat, bertemu dengan orang yang tepat, bertemu dengan pekerjaan yang tepat, semuanya tepat untuk menghasilkan keberlimpahan rejeki, dapat dipastikan menggunakan kemampuan MASTER-nya.

Dengan kata lain, dia tidak perlu lagi berpikir untuk memperoleh hal itu, bahkan tanpa sadar dia sudah akan selalu menuju arah yang tepat, karena MASTER KEBERLIMPAHAN dalam dirinya sudah bekerja secara otomatis tanpa perlu kesadaran lagi.

Demikian juga mereka yang memiliki kecenderungan sial, maka dia tidak perlu lagi berusaha apapun juga, karena sang MASTER SIAL secara otomatis pasti akan membawanya ke kesialan.

*****

Tahapan ke-3 (Conscious Competence) adalah tahapan yang paling SULIT, karena kita melakukannya secara sadar. Seperti halnya mengendarai mobil secara sadar (proses berlatih) pasti akan sulit dan penuh kesalahan, tetapi saat kemampuan mengendarai mobil itu sudah bergeser ke tahapan Unconscious Competence, maka menyetir mobil tidak perlu lagi berpikir, secara otomatis akan dikerjakan oleh sisi Unconscious.

Self Image #12 :

Dari penjelasan Self Image #11 mudah2an dapat diperoleh pemahaman, bahwa manusia dapat membentuk MASTER apapun juga, termasuk merubah MASTER BURUK menjadi MASTER BAIK, caranya adalah dengan langsung menuju tahapan ke-3 : Conscious Competence atau tahapan berlatih.

Instalasi Self Image juga dilakukan melalui Tahapan Ke-3. Selanjutnya berbagai teknik dan metode adalah untuk mempermudah dan mempercepat perpindahan dari Tahapan Ke-3 menuju ke Tahapan Ke-4 (MASTER).

Self Image #13 :

INSTALASI SELF IMAGE

Ketika kita akan melakukan Instalasi Self Image, hal ini berarti kita sudah memahami pentingnya Self Image ini bagi kita, sehingga kita sebenarnya sudah berada di Tahapan ke-3 (Conscious Competence) dan siap melakukan instalasi.

Kita dapat menggunakan siklus yang disingkat dengan CRAFT :

  • Cancel
  • Replace
  • Affirmation
  • Focus
  • Training.

Jika siklus ini dikerjakan dengan spartan, maka dalam waktu sekitar 35-40 hari Self Image tersebut sudah akan berpindah ke Tahapan ke-4 (Unconscious Competence).

Melakukan proses CRAFT seperti menanam bibit tanaman. Kita sirami setiap hari, tetapi tidak perlu kita awasi pertumbuhannya, sampai dengan tiba-tiba ia telah menjadi tunas atau pohon.

Berikutnya Detail dari CRAFT.

Self Image #14 :

Agar seru kita ambil contoh Self Image yang semua orang menyukainya, yaitu “Saya selalu berlimpah kemakmuran” yang jelas-jelas maksudnya secara praktis, salah satunya adalah kita relatif selalu tercukupi secara finansial. Ini sekedar contoh saja.

Yuk kita mulai melakukan Instalasi atas Self Image ini.

Self Image #15 :

C = CANCEL.

Sejak kita menetapkan untuk melakukan instalasi Self Image sesuai contoh Self Image #14, maka kita harus mengawasi terus menerus kata-kata yang kita ucapkan, termasuk kata-kata yang tidak kita ucapkan, termasuk perasaan dan image yang melintas di pikiran, yang bertentangan dengan Self Image ini.

Misalkan : Suatu hari kita secara tidak sengaja mengatakan “Wah saya sedang tidak punya uang !”. Ini kata-kata yang HARAM hukumnya. Walaupun di dompet kita tidak ada sepeserpun uang, kita harus selalu mengucapkannya dengan cara yang berbeda.

Misalkan : Kita sudah tidak pernah mengatakan lagi “tidak punya uang”, tetapi ketika kita mengeluarkan uang dari dompet kita dan lembar uang kita berkurang, maka secara bathin kita cenderung akan memunculkan image/emosi yang berarti “wah, uang saya berkurang”.

Kedua contoh di atas, merupakan bentuk penggagalan Self Image “Saya selalu berlimpah kemakmuran”.

***

Tentu saja dalam fase berlatih, ketika kita benar-benar mengawasi pergerakan pikiran kita tentang uang, mungkin puluhan kali bahkan ratusan kali per–hari kita melakukan program pemiskinan. Untuk itulah dilakukan langkah C = CANCEL.

Maksudnya, jika kita mendapati mulut atau pikiran kita melakukan pemiskinan, maka segera ucapkan CANCEL secara tegas, cukup dalam hati !!!

Langkah yang sederhana ini merupakan simbolisasi sesuatu yang besar dan dahsyat, artinya kita mulai menggunakan AWARENESS untuk secara sadar mengamati pola pemiskinan dan berupaya menolaknya !

******
Ok silakan direnungkan, dan silakan komen jika terdapat pertanyaan.

Self Image #16 :

R = REPLACE

Merupakan kelanjutan atau inverse dari kasus C = Cancel. Setelah kita menyadari telah melakukan pemiskinan dan kita melalukan Cancel, segera lanjutkan dengan REPLACE, atau mengganti segera dengan kalimat yang searah dengan “Self Image” atau boleh Self Image itu sendiri.

Segera katakan, misalkan : “Saya pribadi yang penuh keberlimpahan”.

Proses sederhana ini sekali lagi melibatkan AWARENESS dan bertujuan untuk menggagalkan program pemiskinan memasuki sisi Unconscious.

Self Image #17 :

A = AFFIRMATION

Afirmasi tidak selalu berupa kata, tetapi dapat berupa image atau apapun juga yang akan dipotret oleh sisi Unconscious. Sebaliknya jika Afirmasi berupa kata-kata, maka perlu dipahami bahwa kata-kata ini nanti akan diubah ke bentuk image untuk menghasilkan “rasa” bagi sisi Unconscious.

Contoh Afirmasi non kata, misalkan gambar yang terasoasi dengan keberlimpahan.

Contoh lain : Kita dapat membuat Slip Gaji (dummy) dengan mencantumkan nominal yang kita inginkan.

Perlu dipahami bahwa Affirmation ini ditujukan untuk sisi Unconscious. Tugas kita adalah sesering mungkin mengaktifkannya, jika ia berupa deretan kata, seringlah ucapkan, jika ia berupa gambar, seringlah dilihat.

Tidak perlu yakin atas Affirmation ini (karena keyakinan lebih merupakan penilaian sisi Conscious), lakukan, lakukan, dan lakukan saja. Seperti menyiram bibit tanaman, cukup lakukan, tanpa perlu berpikir keras apakah bibit ini akan tumbuh.

Self Image #18 :

F = FOCUS

Dalam sekali sehari, sediakan waktu untuk hening. Lalu dalam keheningan sengajakan untuk memasukkan “Self Image” ini. Semacam langkah Self Hypnosis. Tetapi bagi yang belum memahami Self Hypnosis, cukup dengan memasuki ketenangan dan ucapkan Self Image ini berulang-ulang (repetisi), tambahkan image (gambaran) bahwa kita telah benar-benar berada dalam kondisi tersebut. Semakin jelas (vivid) gambaran kita, akan semakin tajam untuk dipahami oleh sisi Unconscious.

Self Image #19 :

T = TRAINING

Ini adalah langkah yang paling menarik ! Kita harus segera ACTING, seakan-akan kita telah berada di situasi & kondisi dimaksud ! Ini sesuai dengan salah satu presupposition “Mind, Body, and Soul, are One System”.

Amati dan peragakan dengan kesungguhan bagaimana sikap, tindakan, dan ucapan mereka yang berlimpah.

Jangan ragu untuk mengunjungi tempat-tempat yang merupakan simbol keberlimpahan, Mall, Cafe & Restoran Papan Atas. Tidak perlu membelanjakan sesuatu yang mahal, bahkan cukup kita memesan softdrink di sebuah restoran mewah, sudah memberikan pelatihan (training) yang luar biasa bagi sisi Unconscious.

Jangan ragu untuk mentraktir teman-teman dan sahabat dekat. Tidak perlu mewah, cukup sesuatu yang sederhana, tetapi merupakan simbolik bahwa kita berlimpah.

Mulai membiasakan untuk “Window Shopping” di tempat-tempat mewah (branded). Tidak perlu berbelanja, tetapi membiasakan sisi Unconscious kita agar tidak “kampungan” dan “takut” atas simbol-simbol kemakmuran seperti ini.

Mulai mencari teman mereka-mereka yang sudah berada di strata ini, agar induksi alami terjadi.

Intinya latihlah sisi Unconscious (Training) untuk “mengenali” keberlimpahan. Dan selalu bersikap (Acting) bahwa kita sudah berada di tahapan itu, Acting artinya benar-benar memperagakan “bahasa tubuh” yang tepat, juga tata ucapan kalimat yang benar-benar mewakilli strata yang kita inginkan.

Self Image #20 :

RESUME

Demikianlah konsep sederhana tentang Self Image serta cara instalasinya agar menjadi MASTER (berada di tahapan Unconscious Competence).

Sekali lagi jika langkah CRAFT dilakukan secara Spartan, maka dalam 35-40 hari dia sudah akan menjadi bagian dari sisi Unconscious dan akan menghasilkan keajaiban yang luar biasa. Dalam konsep “The Secret” (LOA) maka Master ini akan menghasilkan efek Attraction (menarik perwujudan), dalam konsep PsychoCybernetics, maka proses ServoMechanism (revisi gerakan otomatis) akan bekerja untuk membentuk perwujudan, dalam konsep Mind Power maka akan mengaktifkan Super Conscious Mind (Kesadaran Supra) yang akan memandu ke resultan yang menghasilkan perwujudan.

Dan perlu dicamkan, bahwa perwujudan yang akan terjadi benar-benar sesuatu yang riel dan logis, dapat berupa peluang emas, dapat berbentuk project besar, dapat berupa ide original yang dapat di-monetizing. Dan semuanya harus direalisasikan dengan cara-cara logis.

Keajaiban yang sesungguhnya adalah mengapa kita dengan mudahnya memperoleh kesempatan itu ?

*****

Silakan Install berbagai Self Image memberdayakan lainnya dengan cara yang sama, karena Self Image tidak saja melulu soal “keberlimpahan”, banyak hal dalam kehidupan ini yang pantas kita raih, karena merupakan hak dasar kita yang melekat bersama kelahiran kita di dunia ini.

Self Image adalah “KTP” (Identitas) yang kita perkenalkan kepada Alam Semesta dan seisinya, tentang siapa diri kita dan apa yang kita inginkan.

*****
Ketika berbagai Self Image yang memberdayakan sudah ter-Install dalam diri kita, maka kita boleh melangkah ke hal yang lebih detail, yaitu OUTCOME. Tentu seluruh Outcome harus selaras dan searah dengan Self Image induk.

Contoh Outcome dalam bentuk afrimasi : “Saya senang sekali Tahun 2017 saya memiliki sebuah perusahaan Tour & Travel”.

Outcome-pun dapat di-Install dengan cara yang sama.

***

Sebagai catatan, apa yang saya jelaskan dengan gamblang disini, bukan sekedar teori dari buku semata, melainkan pengalaman dan perjalanan hidup saya. Sejak tahun 2003 saya benar-benar menjalani kehidupan dengan menggunakan prinsip ini ! Sampai detik ini, dan mungkin sampai kapanpun !

Saya berhutang budi tak terhingga kepada Dr. Maxwell Maltz (alm) yang merupakan guru bathin saya, karena pada tahun 2003, ketika saya terpuruk ekstrim, buku PsychoCybernetics hadir di hadapan saya dengan cara yang sangat ajaib ! Dan secara ajaib pula, saya dapat memahami esensinya, walaupun dalam buku itu beliau hanya mengajarkan Psikologi Citra Diri dalam kerangka yang sangat sederhana dan untuk kebutuhan yang sederhana pula !

****

Tulisan Seri “Self Image” ini merupakan cuplikan materi dari salah satu Workshop saya “REBORN, The Life Revolution”, yang sudah cukup lama tidak saya selenggarakan (Workshop terakhir mungkin 4-5 tahun lalu), karena kesibukan saya di aktivitas berbagai Workshop lainnya.

***

Saya hanya dapat mengatakan : “Hati-hati, manusia diberikan Mind dengan kuasa yang dahsyat !!! Sukses dan terpuruk adalah 2 sisi mata uang yang melekat dari kemampuan Mind ini ! Kendalikan Mind, jangan dikendalikan oleh Mind !”.

Salam sukses ! Silakan berbagi di Wall saya, jika dalam beberapa puluh hari kedepan keajaiban menghampiri Sahabat semua !

SELF IMAGE (Tambahan) :

Ketika berbagai Self Image yang memberdayakan telah ter-Install dalam diri kita, maka kita boleh melangkah untuk memprogram OUTCOME (detail operasional), tentu Outcome ini harus searah dan selaras dengan induknya, yaitu “Self Image”.

Contoh Outcome (dalam bentuk afirmasi) : “Saya senang sekali karena pada Tahun 2017 saya memiliki perusahaan Tour & Travel”.

Outcome memiliki rumusan penyusunan yang lebih sistematis, karena menyangkut manajemen mental dan sumberdaya lainnya.

Secara sederhana Outcome adalah tentang (1). Kita akan kemana (2). Saat ini kita berada dimana (3). Hal2 apakah yang akan menghambat perjalanan kita (4). Hal2 apakah yang akan mempercepat perjalanan kita (sumberdaya) (5). Dan, seperti apa pula tahapannya.

Outcome dapat di-Install dengan cara yang sama (CRAFT).

Jika SELF IMAGE digabungkan dengan OUTCOME maka dapat diartikan secara sederhana kita sedang melakukan manajemen “Otak Kanan” (Self Image) dan “Otak Kiri” (Outcome) secara sekaligus dan selaras untuk mencapai tujuan kita.

****
Semoga bermanfaat !

The Alchemist, Menurut pandangan Yan Nurindra

Tag

, , , , , , ,

Tuhan terima kasih, karena Kau telah berikan alam semesta raya yang sempurna beserta Hukumnya yang sempurna, tetap, dan mengikat. Karena itulah aku dapat berkreasi untuk menentukan hidupku sendiri, sebagai Creator kecil

Simbol Alchemy

Simbol Alchemy

Setelah sebelumnya bapak pemberdayaan diri Indonesia Bapak Yan Nurindra, sharing tentang pandangan beliau tentang self image. Kini Pak yan kembali berbaik hati berbagi pandangannya tentang konsep “The Alkhemis”, seorang ahli kimia yg bisa membuat /menemukan ramuan/cara utk mngubah logam biasa menjadi emas, dimana logam biasa dan emas disini bisa diartikan secara simbolis mengubah dari hal2 biasa ataupun yg dilabeli buruk menjadi suatu yg berguna/bermanfaat. Seperti juga salah satu novel favorit saya  “The Alchemist” karya paulo Coelho yg sangat mengispirasi yg reviewnya bisa dilihat di sini.

Saya disini hanya merangkum status pak yan nurindra di FB, sehingga lebih enak dan klo mau nyari lebih gampang, sayangkan ilmu yg bermanfaat gini klo ilang? bonusnya sapa tau trafiic di blog ini jga naik,wkwkkw

semoga bermanfaat…

The Alchemist #1 :

Ketika seseorang mengatakan, “Kenapa saya saya selalu berbuat baik kepada orang lain, kok hidup saya susah terus ?”, “Kenapa saya sudah banyak beramal, kok saya justru sering sial ?”. “Saya sudah bekerja rajin, kok teman saya yang tidak cerdas dan malas justru yang lebih dahulu naik pangkat ?”. Keluhan semacam ini, jika ditanyakan kepada siapapun juga, tidak akan ada jawaban yang memuaskan. Keluhan ini hanya menandakan bahwa kita sudah menempatkan diri kita sebagai OBYEK kehidupan (boleh juga dibaca : korban), bukan SUBYEK kehidupan (boleh dibaca : pelaku aktif).

The Alchemist #2 :

Bandingkan dengan seorang Ahli Kimia yang akan membuat, misal pupuk, ia akan mencampurkan berbagai unsur kimia, dan jika saja gagal, misal justru menjadi zat yang meledak, maka ia dengan enteng akan mengatakan “Oh, ada formulanya salah”. Kemudian ia akan mencoba formula (rumus) baru, dan mungkin saja tidak akan langsung berhasil, tetapi ia akan tetap mengatakan “Ini pasti soal formula yang belum sempurna”. Sang Ahli Kimia ini menempatkan dirinya sebagai SUBYEK yang berkuasa untuk mencampur unsur kimia apapun, dan menyadari hasil apapun yang terjadi, pasti akibat dari formulasi yang dibuatnya

The Alchemist #3 :

Universe (alam semesta raya) selaras dan teratur. Pasti ada hukum yang mengaturnya, dan hukum ini pasti berlapis-lapis dan holistik, ada hukum fisika, dimana berlaku hukum gravitasi bagi suku bangsa apapun juga dan dengan keyakinan apapun juga, berlaku hukum kimia, dimana H2+O akan selalu menjadi air, dan tentu di Universe ini masih banyak hukum yang belum kita pahami, atau sedikit kita pahami secara empiris, tapi yang jelas pasti ada hukum yang mengatur, agar seluruh umat penduduk Universe memperoleh keadilan yang sama, dan dapat mengembangkan pengetahuan. Salah satu hukum Universe, pasti adalah tentang hukum yang mengatur pikiran, mengatur tentang akibat dari kerja pikiran.

Salah satu karunia luar biasa dari Tuhan YME, adalah hukum Universe ini. Karena pasti berlaku tetap, dan dapat dipelajari. Karena hukum Universe ini bersifat tetap, maka Einstein dapat menemukan teori relativitas, Ibnu Sina dapat menemukan dasar-dasar ilmu kedokteran, dll.

Bayangkan jika Tuhan YME bersifat semau-maunya ? Misalkan : hari ini Gravitasi di Jakarta adalah 9.8, dan besok pagi menjadi -2 ?

Kita hanya perlu meyakini, bahwa pikiran-pun juga diikat oleh Hukum yang bersifat tetap. Berpikir A akan mengakibatkan A”, berpikir B akan mengakibatkan B”, dst.

The Alchemist #4 :

Hukum Universe yang sempurna bagaikan “The Alchemy of The Universe” (Alkemia Alam Semesta). Karena itu bagi Sang Alchemist, penciptaan adalah persoalan formulasi unsur-unsur alkemia.

Dan inilah doa utama dari Sang Alchemist :

“Tuhan terima kasih, karena Kau telah berikan alam semesta raya yang sempurna beserta Hukumnya yang sempurna, tetap, dan mengikat. Karena itulah aku dapat berkreasi untuk menentukan hidupku sendiri, sebagai Creator kecil”.

“Tuhan terima kasih, karena Kau berikan kesempatan istimewa kepadaku, yaitu mengalami kelahiran dan kehidupan di dunia ini”.

The Alchemist #5 :

Pertanyaannya, siap tidak kita bergaya hidup sebagai Sang Alchemist ? Percaya bahwa semua hal dapat dicapai cukup dengan mentaati hukum Universe (The Alchemy of The Universe).

Atau, kita masih senang berdoa, dengan harapan mendapat pengecualian dari Tuhan ? [Siapa tahu Tuhan berbelas kasihan terhadap kita]

***

Sang Alchemist sejati hanya memiliki 2 doa :

“Tuhan terima kasih, karena Kau telah berikan alam semesta raya yang sempurna beserta Hukumnya yang sempurna, tetap, dan mengikat. Karena itulah aku dapat berkreasi untuk menentukan hidupku sendiri, sebagai Creator kecil”.

“Tuhan terima kasih, karena Kau berikan kesempatan istimewa kepadaku, yaitu mengalami kelahiran dan kehidupan di dunia ini”.

 The Alchemist #6 :

Sang Alchemist kini menjadi sosok yang sangat sederhana dalam menghadapi kehidupan !

Dia tahu, bahwa keinginan tidaklah terlalu penting [Karena setiap orang nyaris memiliki keinginan yang sama : berlimpah, sehat, bahagia, dsb.].

Dia tahu bahwa yang lebih penting adalah bagaimana mengorganisasikan Mind dengan tepat, dan ia tahu bahwa hal ini akan dapat membawanya kemanapun juga !

Ketika kita sudah menetapkan diri menjadi Sang Alchemist, maka hidup menjadi sangat sederhana. Babak baru pembelajaran akan dimulai.

Sang Alchemist selalu berpikir tentang “pembuktian terbalik”.

Apapun yang dialaminya pada hari ini, ia selalu berkata :

“Hmmm pikiranku yang manakah yang membuat peristiwa ini terjadi ?”

[Dia tidak pernah menyalahkan orang lain, lingkungan, situasi, kondisi, apalagi Tuhan]

***

Perlahan tapi pasti, Sang Alchemist akan memecahkan salah satu misteri yang paling besar, yaitu hukum tentang pikiran.

sumber : FB Yan Nurindra

Apa yang pingin Gue Lakuin di Tahun 2015

Tag

, , , , ,

What Do You Want In 2015

What Do You Want In 2015

Dengan menuliskan apa mimpi alias goal kita maka hal itu akan lebih terekam dalam pikiran bawah sadar yang akan menjadi navigator kita  dalam mencapai mimpi tersebut, ibarat sang anak panah yang melesat mencari sasarannya, dimana sasaran tembak yang jelas terlihat akan lebih mungkin tercapai daripada kita tidak melihat sasaran/alias tidak tahu sasaran mana yang akan ditembak.

Setelah lama ngga aktif menulis blog karena disibukkan dengan aktivitas harian dan ngurus si sikecil dan besarnya rasa malas, syukur ditaun 2015 ini panggilan hati alias passionku pada ilmu pengembangan diri mengarahkan aku untuk mulai menulis lagi, inspirasi tiba tiba muncul setelah belakangan ini inspirasi di dalam diri memerlukan media untuk dikeluarkan salah satunya dengan menulis….

Beberapa ide tulisanpun tiba tiba muncul salah satunya ditahun 2015 ini apa saja yang pingin dikerjakan,berikut yang baru terlintas di pikiran :

  • Mulai menghidupkan lagi blog alitarimbawa.wordpress.com dengan aktif menulis dengan target ngga muluk2 cuman minimal 1 artikel/minggu
  • Mulai menyusul habbit/kebiasaan yang positif yang akan mengantar pada pengembangan diri
  • Masih berkutat pada mengeluarkan potensi di dalam diri atau passion sehingga bisa menghasilkan duit untuk nambah penghasilan
  • Tetap fokus mengembangkan diri baik dari membaca buku, ikut training, gabung ke komunitas pengembangan diri dan nonton video atau film yang menginspirasi
  • Meningkatkan kemampuan berkomunikasi, berbicara di depan publik (public speaking)
  • Belajar tentang dunia parenting, belajar tentang seluk beluk bagaimana cara mengasuh anak yang baik.
  • Mulai lagi untuk rutin yoga dan meditasi minimal 1x dalam seminggu
  • Mengatur pola makan yang lebih sehat dengan mulai mengurangi konsumsi daguing dan fast food dengan lebih bnyk mengkonsumsi sayur  dan buah dan makanan sehat lainnya
  • mengeksplorasi diri lagi dgn mencoba hal-hal baru, menghilangkan kebosanan dari rutinitas.

Menurut berbagai penelitian tentang dunia pikiran dengan menuliskan apa mimpi alias goal kita maka hal itu akan lebih terekam dalam pikiran bawah yang akan menjadi navigator kita  dalam mencapai mimpi tersebut, ibarat sasaran tembak yang jelas terlihat akan lebih mugkin tercapai daripada kita tidak melihat sasaran/alias tidak tahu sasaran mana yang akan ditembak.

Semoga di tahun yang baru ini pikiran kita makin diisi oleh hal-hal positif, rejeki semakin berlimpah dan kita menjadi orang yang lebih baik dari hari kemarin….cheers!

Galeri

Foto Pilihan Pawai Pembukaan Pesta Kesenian Bali ke 34 Tahun 2012

Tag

, , , , , , , , , , , , , , , , , , ,

This gallery contains 31 photos.

Melalui PKB, bisa memotivasi masyarakat dan seniman bali untuk menggali, menemukan dan menampilkan berbagi kreativitas seni dan budaya pada pesta …

Baca lebih lanjut

Quote On Challenge Dream Discover

Tag

, , , , , , , , , , , , ,

Twenty years from now you will be more disappointed by the things that you didn't do than by the ones you did do. So throw off the bowlines. Sail away from the safe harbor. Catch the trade winds in your sails. EXPLORE. DREAM. DISCOVER.

Twenty years from now you will be more disappointed by the things that you didn’t do than by the ones you did do. So throw off the bowlines. Sail away from the safe harbor. Catch the trade winds in your sails. EXPLORE. DREAM. DISCOVER. ~ Mark Twain

Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.

Bergabunglah dengan 25 pengikut lainnya.